PANJI INDONESIA | PALEMBANG — Ribuan driver transportasi online dan orang lanjut usia mendapat suntikan vaksinasi Covid-19, di aula utama Gedung Olahraga Jakabaring, Palembang, belum lama ini.

Kegiatan ini kerja sama Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kesehatan dengan aplikator ojek online. Vaksinasi digelar hingga 31 Maret 2021.

“Hari pertama ada 15 tim kesehatan jadi vaksinator dari beberapa puskesmas dan rumah sakit,” ujar Kepala Dinkes Palembang, dr Fauziah.

Ia menyebutkan, mereka terbagi dua kategori, yakni tenaga medis untuk penyuntikan dan tenaga kesehatan bagi tim penguji klinis.

“Mereka berasal dari 19 instansi kesehatan antara lain Rumah Sakit Pelabuhan, Rumah Sakit Hermina, RSUD Bari, Rumah Sakit Az-Zahra, Puskesmas Gandus, Puskesmas OPI, Puskesmas Sekip, dan Puskesmas 1 Ulu,” ujar Plt Sekretaris Dinkes Kota Palembang, dr Yuliarni.

Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Palembang, dr Mirza Susanty menambahkan, vaksinasi COVID-19 yang diselenggarakan aplikator ojek online dilaksanakan tiga hari dengan target ribuan orang.

“Target vaksinasi massal ojol targetnya 4.500 sasaran. Selanjutnya nanti Dinkes vaksinasi untuk pemuka agama di RS Charitas dan Myria, masing-masing 150 orang sampai besok. Sedangkan tanggal 30-31 Maret sasaran dari Dinas Pariwisata,” Mirza menambahkan.

Pelaksanaan vaksinasi ini dipantau langsung Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda. Dalam penjelasannya kepada wartawan, Fitrianti mengatakan menyambut positif pelaksanaan vaksinasi ini.

“Saya bersyukur dan mendukung dengan vaksinasi massal. Artinya, membuka harapan Pemkot dalam percepatan melawan virus Corona,’ ujar Fitrianti.

Ia juga mengapresiasi antusiasime warga Palembang mengikuti vaksin. Ini membuktikan bahwa masyarakat Palembang paham kesehatan dan sadar akan upaya pencegahan virus.

Fitrianti berharap percepatan vaksinasi COVID-19 dapat menyentuh sasaran sebanyak 1,1 juta jiwa masyarakat Palembang.

“Paling tidak mengejar target vaksin selesai tahun 2022. Kalau bisa vaksinasi 1.500 jiwa jiwa dalam sehari.”

Pantauan di lapangan, setelah verifikasi data, semua pengemudi ojol dipersilakan mengikuti tahap-tahap lanjutan. Mulai dari uji klinis atau screening kesehatan, pengecekan tensi darah, hingga tahap penyuntikan.

Setelah disuntik, mereka mesti menunggu 30 menit, untuk mengetahui apakah vaksinasi memiliki efek samping terhadap tubuh penerima vaksin.

Selain driver ojek online, vaksinasi Covid-19 juga melayani penyuntikan bagi lansia dan kerabat driver. Namun untuk penempatan jalur dibedakan berdasarkan usia dan kelompok penerima.Ril

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here