PANJI-INDONESIA | MAKASSAR –  Resmi sudah pergantian seragam Satpam. Baju warna putih dan celana biru dongker kini berganti warna cokelat, yang sangat mirip dengan seragam polisi. Penetapan pergantian seragam Satpam ini, sesuai Peraturan Kapolri (Perpol) Nomor 4 tahun 2020.  Dalam aturan itu terdapat perubahan seragam Satpam yang menyerupai seragam polisi.

Perbedaan antara seragam satpam dan polisi, terletak pada gradasi warnanya. Seragam Satpam 20 persen lebih muda dibandingkan dengan seragam polisi. Selain itu, pita nama dan tulisan yang berada pada seragam Satpam berwarna putih.

“Pita nama dan tulisan Satpam di dada berwarna putih. Lambang Polda ada di pundak kanan, sedangkan polisi di pundak kiri,” Ambang Ardi Yunisworo, Wakil Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Sulawesi Selatan.

Satpam Lebih Percaya Diri

Dengan adanya perubahan seragam Satpam, menurut Ambang, membuat Satpam yang menggunakannya akan lebih percaya diri dalam melaksanakan tugasnya.

Selain itu, perubahan seragam ini juga untuk memuliakan Satpam dan menjadikan unsur pengamanan menjadi bagian penting dalam sebuah usaha. Bukan lagi sebuah beban pada perusahaan.

Namun demikian, Ambang juga mengakui hingga saat ini  masih banyak warga dn instansi tertentu yang belum memahami perubahan seragam Satpam yang baru. Namun demikian, warga sangat  mudah  membedakan antara seragam polisi dan Satpam.

“Ini kan memang masih banyak warga yang secara sosialisasi belum paham itu. Cuma perbedaannya memang sangat jelas. Kalau polisi papan nama depannya kan warnanya coklat hitam. Kalau yang satpam itu warnanya papan nama dan tulisan putih hitam. Dan warnanya cenderung lebih muda 20 persen gradasi dari seragam polisi,” tambah Ambang.

Guna memaksimalkan pemahaman warga dan jajaran lain terhadap perubahan seragam Satpam ini, menurut Ambang perlu adanya peningkatan sosialisasi. Dengan demikian, secara perlahan pergantian seragam Satpam ini akan makin dipahami semua pihak.

“Kalau saya secara pribadi melihat juga bahwa proses sosialisasi ke masyarakat juga masih kurang. Mungkin yang baru tahu adalah Binmas karena satpam kan di bawah Binmas. Dan sosialisasi terhadap itu pun baru disosialisikan Polda kepada jajaran Binmas di Polres-Polres belum lama ini. Jadi mungkin sebagian besar masyarakat juga belum tahu,” tegas Ambang.

Tidak Sembarangan

Namun menurut Ambang, untuk mengenakan seragam baru ini, ternyata seorang Satpam tidak bisa sembarangan. Sebab semua harus melalui proses dan syarat tertentu.

“Untuk menggunakan seragam tersebut tentu tidak sembarangan. Jadi kalau ada Satpam pakai seragam baru, coba pertanyakan apakah sudah ikut pendidikan Satpam dan punya KTA. Kalau belum, berarti dia tidak berhak gunakan seragam itu,” tegas  Ambang.

Lebih lanjut, Ambang menegaskan seragam Satpam baru hanya diperuntukkan bagi satpam yang telah lulus pendidikan dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) yang diterbitkan Polda di masing-masing daerah.

Ambang menyebutkan, ada tiga jenis pendidikan yang harus ditempuh oleh masyarakat agar dapat bekerja sebagai Satpam. Antara lain pendidikan Gada Pratama (tingkat dasar), dan pendidikan Gada Madya.

Pendidikan Gada Madya ini boleh diikuti oleh Satpam yang sudah dua tahun dinyatakan lulus pendidikan Gada Pratama dan sudah bekerja. Selanjutnya adalah pendidikan Gada Utama, untuk tingkat manajer pengamanan.

TEKS/FOTO : News APJI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here