PANJI INDONESIA | PALEMBANG –Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru meluncurkan program listrik masuk tambak guna meningkatkan hasil petambak di provinsi tersebut.

Pihaknya melihat sendiri tambak udang di daerah ini dikelola dengan baik. Sehingga menghasilkan produksi yang cukup menjanjikan, kata gubernur saat  melakukan panen udang bersama masyarakat plasma tambak udang di Desa Bumi Pratama Mandira Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI, Sabtu (23/1).

Menurut dia, dirinya  sengaja hadir di tengah-tengah petani tambak tidak lain untuk menjawab keinginan masyarakat yang selama ini sangat mendambakan penerangan listrik di wilayah  yang warganya mayoritas petambak udang.

Oleh karena itu pihaknya hadir untuk menjawab keinginan petani tambak udang di sini yang sudah lama mendambakan listrik. 

Gubernur juga menjawab keluhan para petambak yang kerap dihantui kekhawatiran, karena sering membengkaknya biaya produksi karena pasokan listrik dari PT PLN tidak tersedia. 

“Tetapi kekhawatiran itu akan segera pupus pasca 16 Februari mendatang. Listrik PLN akan masuk ke tambak-tambak udang petani. Diyakini biaya perawatan udang ditambak dapat kita tekan 16 persen,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa  listrik masuk tambak sama halnya dengan program listrik masuk sawah yang telah dijalankan tiga bulan lalu di OKU Timur. Sebelumnya  petani  dibebani biaya  BBM genset untuk mengairi sawah. Namun setelah dipasang jaringan listrik masuk sawah biaya yang dikeluarkan petani bisa ditekan.

“Jika selama ini petani sawah tadah hujan di OKU Timur terbebani biaya karena menggunakan mesin genset untuk menyedot air sumur bor. Sekarang petani sudah bisa menggunakan listrik dari PLN. Cara ini juga yang akan kita terapkan di tambak udang agar hasil produksi akan jauh lebih meningkat, tambah dia.

Terkait dengan permodalan, gubernur pun menjamin tersedianya suntikan modal bagi petambak. Dengan menggandeng langsung pihak Bank Sumsel Babel. Jadi menurut dia tidak ada alasan lagi bagi Perbankkan untuk tidak melayani Kredit Usaha Rakyat (KUR)  seperti program yang sebelumnya yaitu KURda dengan segmen tambak. 

“Saya minta  Bank Sumsel Babel untuk menghadirkan unit layanan ataupun kantor cabang disini. Untuk memudahkan akses keuangan bagi petambak,” tambah Gubernur.

Sementara menjawab keluhan petambak terkait dengan masalah keamanan. dia meminta pihak berwenang untuk meningkatkan patroli. Mengingat wilayah Desa Bumi Pratama Mandira Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI tersebut menjadi wilayah terluar bagi Provinsi Sumsel yang berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Lampung.

“Agar keamanan tetap terjaga tentu sarana prasarana penunjang tugas bagi  Babinsa, Babinkamtibmas akan kita penuhi dan bekerjasama dengan Kepolisian,” tuturnya.

Dikesempatan itu gubernur menyerahkan 1.300 sertifikat hak milik tanah tambak tahap II kepada para penambak udang.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu UIW S2JB, Daryono mengatakan, pihak PLN berupaya memberikan pelayanan kelistrikan diseluruh pelosok negeri. Karena itu pihaknya akan segera memasang  tiang tower untuk dapat menyalurkan jaringan listrik ke daerah itu. Yang diharapkan dalam hitungan beberapa pekan kedepan segera terpasang jaringgnya.

“Insya Allah sesuai target pertengahan bulan Februari nanti bisa kita selesaikan. Bahkan kami juga dibantu Unit Pembangunan Jaringan yang membagun tower untuk menyeberangi sungai Mesuji. Nanti akan ada 4 tower itu akan dibangun setinggi 50 meter sehingga tidak menganggu pelayaran,” katanya.

Wakil Bupati OKI H Jafar Shodiq mengucapkan terima kasih atas kehadiran gubernur di tengah masyarakat petambak Desa Bumi Pratama Mandira Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI. 

“Kedatangan pak Gubernur disini, setidaknya telah menjawab semua keingianan masyarakat selama ini yang butuh penerangan listrik, bantuan modal dan terjaminnya keamanan,” kata Wabup.

Ketua Perkumpulan Tambak Udang Desa Bumi Pratama Mandira Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI, Samirun mengaku terharu dan rasa bangganya pada  Gubernur Sumsel Herman Deru yang telah mengakomodir keinginan warga setempat.

Dia menyebut, selama ini warga sekitar hannya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Dalam kurun satu tahun menggunakan PLTD  biaya  yang cukup besar harus dikeluarkan  warga. Untuk itu  dia berharap aliran listrik  dari PLN segera terwujud.

Dengan menggunakan penerangan listrik dari PLN, Sarimin mangukui minimal dapat menekan biaya operasional tambak udang warga. Sehingga keuntungan yang didapat jauh lebih besar.  

“Kebutuhan listrik itu dalam posisi budidaya tambak udang mencapai 60 persen. Sedangkan sisanya, baru urusan pakan dan pemeliharaan. Ini artinya listrik sangat dibutuhkan petambak,” terangnya.

Hal senada juga diakui Iskandar, salah satu petambak yang menyebut, 
kehadiran  Gubernur Herman Deru sangat berarti bagi warga sekitar. Dia pun menjelaskan hasil produksi yang diusahakanbya.

“Dalam sekali panen kurang lebih sebanyak 1.400 ton udang yang di hasilkan dari  dua tambak. Satu tambak maupun menghasilkan 50 ribu ekor udang segar,” paparnya.

Sebagai petambak udang yang sudah dilakoninya 20 tahun, dia bersama masyarakat setempat  menginginkan daerah sekitar segera teraliri listrik guna  menambah hasil produk panen udang. 

“Selama ini menggunakan kincir manual berbahan bakar bensin. Jika menggunakan listrik tentu hasil.panen akan jauh meningkat dengan kincir yang digerakan listrik PLN,” tandasnya. Ril

Pihaknya melihat sendiri tambak udang di daerah ini dikelola dengan baik. Sehingga menghasilkan produksi yang cukup menjanjikan, kata gubernur saat  melakukan panen udang bersama masyarakat plasma tambak udang di Desa Bumi Pratama Mandira Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI, Sabtu (23/1).

Menurut dia, dirinya  sengaja hadir di tengah-tengah petani tambak tidak lain untuk menjawab keinginan masyarakat yang selama ini sangat mendambakan penerangan listrik di wilayah  yang warganya mayoritas petambak udang.

Oleh karena itu pihaknya hadir untuk menjawab keinginan petani tambak udang di sini yang sudah lama mendambakan listrik. 

Gubernur juga menjawab keluhan para petambak yang kerap dihantui kekhawatiran, karena sering membengkaknya biaya produksi karena pasokan listrik dari PT PLN tidak tersedia. 

“Tetapi kekhawatiran itu akan segera pupus pasca 16 Februari mendatang. Listrik PLN akan masuk ke tambak-tambak udang petani. Diyakini biaya perawatan udang ditambak dapat kita tekan 16 persen,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa  listrik masuk tambak sama halnya dengan program listrik masuk sawah yang telah dijalankan tiga bulan lalu di OKU Timur. Sebelumnya  petani  dibebani biaya  BBM genset untuk mengairi sawah. Namun setelah dipasang jaringan listrik masuk sawah biaya yang dikeluarkan petani bisa ditekan.

“Jika selama ini petani sawah tadah hujan di OKU Timur terbebani biaya karena menggunakan mesin genset untuk menyedot air sumur bor. Sekarang petani sudah bisa menggunakan listrik dari PLN. Cara ini juga yang akan kita terapkan di tambak udang agar hasil produksi akan jauh lebih meningkat, tambah dia.

Terkait dengan permodalan, gubernur pun menjamin tersedianya suntikan modal bagi petambak. Dengan menggandeng langsung pihak Bank Sumsel Babel. Jadi menurut dia tidak ada alasan lagi bagi Perbankkan untuk tidak melayani Kredit Usaha Rakyat (KUR)  seperti program yang sebelumnya yaitu KURda dengan segmen tambak. 

“Saya minta  Bank Sumsel Babel untuk menghadirkan unit layanan ataupun kantor cabang disini. Untuk memudahkan akses keuangan bagi petambak,” tambah Gubernur.

Sementara menjawab keluhan petambak terkait dengan masalah keamanan. dia meminta pihak berwenang untuk meningkatkan patroli. Mengingat wilayah Desa Bumi Pratama Mandira Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI tersebut menjadi wilayah terluar bagi Provinsi Sumsel yang berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Lampung.

“Agar keamanan tetap terjaga tentu sarana prasarana penunjang tugas bagi  Babinsa, Babinkamtibmas akan kita penuhi dan bekerjasama dengan Kepolisian,” tuturnya.

Dikesempatan itu gubernur menyerahkan 1.300 sertifikat hak milik tanah tambak tahap II kepada para penambak udang.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu UIW S2JB, Daryono mengatakan, pihak PLN berupaya memberikan pelayanan kelistrikan diseluruh pelosok negeri. Karena itu pihaknya akan segera memasang  tiang tower untuk dapat menyalurkan jaringan listrik ke daerah itu. Yang diharapkan dalam hitungan beberapa pekan kedepan segera terpasang jaringgnya.

“Insya Allah sesuai target pertengahan bulan Februari nanti bisa kita selesaikan. Bahkan kami juga dibantu Unit Pembangunan Jaringan yang membagun tower untuk menyeberangi sungai Mesuji. Nanti akan ada 4 tower itu akan dibangun setinggi 50 meter sehingga tidak menganggu pelayaran,” katanya.

Wakil Bupati OKI H Jafar Shodiq mengucapkan terima kasih atas kehadiran gubernur di tengah masyarakat petambak Desa Bumi Pratama Mandira Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI. 

“Kedatangan pak Gubernur disini, setidaknya telah menjawab semua keingianan masyarakat selama ini yang butuh penerangan listrik, bantuan modal dan terjaminnya keamanan,” kata Wabup.

Ketua Perkumpulan Tambak Udang Desa Bumi Pratama Mandira Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI, Samirun mengaku terharu dan rasa bangganya pada  Gubernur Sumsel Herman Deru yang telah mengakomodir keinginan warga setempat.

Dia menyebut, selama ini warga sekitar hannya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Dalam kurun satu tahun menggunakan PLTD  biaya  yang cukup besar harus dikeluarkan  warga. Untuk itu  dia berharap aliran listrik  dari PLN segera terwujud.

Dengan menggunakan penerangan listrik dari PLN, Sarimin mangukui minimal dapat menekan biaya operasional tambak udang warga. Sehingga keuntungan yang didapat jauh lebih besar.  

“Kebutuhan listrik itu dalam posisi budidaya tambak udang mencapai 60 persen. Sedangkan sisanya, baru urusan pakan dan pemeliharaan. Ini artinya listrik sangat dibutuhkan petambak,” terangnya.

Hal senada juga diakui Iskandar, salah satu petambak yang menyebut, 
kehadiran  Gubernur Herman Deru sangat berarti bagi warga sekitar. Dia pun menjelaskan hasil produksi yang diusahakanbya.

“Dalam sekali panen kurang lebih sebanyak 1.400 ton udang yang di hasilkan dari  dua tambak. Satu tambak maupun menghasilkan 50 ribu ekor udang segar,” paparnya.

Sebagai petambak udang yang sudah dilakoninya 20 tahun, dia bersama masyarakat setempat  menginginkan daerah sekitar segera teraliri listrik guna  menambah hasil produk panen udang. 

“Selama ini menggunakan kincir manual berbahan bakar bensin. Jika menggunakan listrik tentu hasil.panen akan jauh meningkat dengan kincir yang digerakan listrik PLN,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here