PANJI INDONESIA | JAKARTA — Vaksinasi virus corona mulai dilakukan oleh sejumlah negara. Vaksin yang digunakan mulai dari buatan Pfizer/BioNTech, Sinopharm, Moderna, hingga AstraZeneca
yang telah mendapat otorisasi penggunaan.

Vaksinasi telah dilakukan beberapa negara seperti Inggris, China, Rusia, Uni Emirat Arab, Swiss, Amerika Serikat, Belarus hingga Argentina.

Selama vaksinasi berlangsung, dilaporkan terjadi sejumlah insiden.

Alergi serius

Seorang petugas kesehatan di Alaska, Amerika Serikat, menderita reaksi alergi serius setelah disuntik vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech.

The New York Times melaporkan perawat itu segera dilarikan ke rumah sakit. Ia mendapat vaksin corona pada Selasa (15/12).

Pihak Pfizer mengonfirmasi bahwa perusahaan telah bekerja dengan otoritas lokal untuk menyelidiki insiden tersebut.

Lihat juga: Pakai Sputnik Rusia, Venezuela Gratiskan Vaksin Covid Warga
Sebelumnya, dua petugas kesehatan Inggris juga mengalami reaksi alergi serupa. Reaksi itu mendorong pemerintah setempat memberitahu orang-orang untuk menghindari suntikan jika mereka memiliki riwayat alergi parah.

Sebelumnya 44 ribu relawan mengikuti uji klinis Pfizer. Secara keseluruhan, uji coba tidak menemukan masalah keamanan yang serius.

Meski demikian regulator dan perusahaan terus memantau efek samping setelah vaksinasi.

Selain di AS, seorang pria dibawa ke klinik medis darurat Terem di Yerusalem setelah mengalami reaksi alergi parah sekitar satu jam setelah menerima vaksin Covid-19.

Pria berusia 46 tahun itu mengaku tidak pernah menderita kondisi alergi parah sebelumnya, tetapi memang memiliki alergi terhadap penisilin.

Meninggal usai divaksin

Seorang pria Israel meninggal dunia beberapa jam setelah disuntik vaksin corona.

Pria berusia 75 tahun itu mengalami serangan jantung setelah menerima vaksin dan meninggal di rumah. Dia memang memiliki riwayat kanker dan serangan jantung di masa lalu.

Lihat juga: Perawat di AS Positif Corona Sepekan Setelah Disuntik Vaksin
Seperti dikutip dari Times of Israel, pria itu menerima suntikan dosis pertama vaksin Pfizer pada Senin pagi di kampung halamannya di Beit She’an.

Usai disuntik vaksin, dia sempat menunggu setengah jam di klinik. Kemudian diperbolehkan pulang ke rumah karena dia merasa baik-baik saja.

Tak berapa lama tiba di rumah, pria itu pingsan dan kemudian dinyatakan meninggal akibat gagal jantung.

Kementerian Kesehatan pada Senin (28/12) mengatakan tengah menyelidiki kematian pria tersebut. Kendati demikian penyelidikan awal menunjukkan kematian pria itu tidak ada hubungannya dengan suntikan vaksin.

Positif corona usai divaksin

Perawat di unit gawat darurat rumah sakit di San Diego, California, Amerika Serikat, dinyatakan positif virus corona lebih dari sepekan setelah menerima suntikan vaksin.

Perawat bernama Matthew W itu mengatakan menerima suntikan vaksin Pfizer/BioNTech pada 18 Desember. Ia mengaku satu-satunya efek samping yang dirasakan setelah disuntik vaksin adalah nyeri pada lengan.

Enam hari kemudian, Matthew mengaku merasakan gejala kedinginan, nyeri otot, dan kelelahan setelah sempat bertugas jaga di UGD unit Covid-19.

Kepada ABC News, Matthew bercerita ia lalu melakukan tes corona di rumah sakit dan hasilnya positif.

Menurut dokter spesialis penyakit menular di Family Health Centers of San Diego, Christian Ramers, kasus Matthew tersebut masih masuk akal.

Lihat juga: Inggris Resmi Pakai Vaksin AstraZeneca Lawan Covid-19
Ramers mengatakan pasien memang tidak segera memiliki antibodi terhadap virus corona segera setelah disuntik vaksin. Hal itu pun berlaku bagi penyakit lainnya.

Selain itu, Ramers menuturkan dalam kasus Matthew, pria 45 tahun itu bisa saja telah terinfeksi virus corona sebelum melakukan vaksinasi pada 18 Desember. Sebab, masa inkubasi virus bisa sampai 14 hari lebih.

Overdosis vaksin

Delapan perawat panti jompo di Kota Stralsund, utara Jerman, secara tidak sengaja mendapat suntikan vaksin corona Pfizer/BioNTech melebihi dosis seharusnya.

Delapan perawat itu berusia antara 38-54 tahun dan terdiri dari tujuh perawat wanita dan seorang perawat laki-laki. Mereka mendapat lima suntikan vaksin dari yang seharusnya hanya sekali.

Pihak berwenang distrik Vorpommern-Rügen mengatakan empat dari delapan perawat itu langsung dibawa ke rumah sakit untuk diobservasi setelah mengalami efek samping gejala seperti flu.

Pihak berwenang Vorpommern-Rügen menekankan bahwa dosis berlebih juga pernah digunakan saat fase pertama vaksinasi berlangsung. Hal itu, kata mereka, tidak menimbulkan konsekuensi serius.

(rds/dea)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here